• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Kamis, April 23, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Etnografi, Bekasi, dan Lapar: Membedah Peran Penelitian Etnografi dalam Pembangunan Mata Pencaharian ala Gareng Petruk

maisput by maisput
Juli 2, 2025
in Berita Nasional, Pendidikan, Universitas Mpu Tantular Jakarta
0 0
0
Ilustrasi Peranan Penelitian Etnografi bagi Pembangunan khususnya pada Aspek Mata Pencaharian

Ilustrasi Peranan Penelitian Etnografi bagi Pembangunan khususnya pada Aspek Mata Pencaharian

0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Pendahuluan: Bekasi Bukan Planet Lain

Siapa bilang Bekasi itu planet asing? Kalau macet bisa bikin semedi, panas bisa nyetrum, dan harga kontrakan bisa bikin dompet auto puasa, bukan berarti Bekasi nggak layak diteliti secara ilmiah. Justru, di tengah gegap gempita pembangunan flyover dan ruko-ruko baru yang tiap bulan berubah jadi sepi, masyarakat Bekasi menyimpan harta karun budaya yang bisa dijadikan cermin pembangunan: yaitu mata pencaharian mereka.

Menurut Spradley (2006), etnografi adalah “usaha untuk memahami makna dari sudut pandang orang dalam”. Artinya, kalau mau tahu kenapa tukang bubur di Bekasi jualannya pagi-pagi buta sambil ngedengerin dangdut koplo, ya jangan diteliti pakai Excel doang.

READ ALSO

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!

Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!

Bekasi dan Mata Pencaharian: Dari Ojek Online hingga Jualan Preloved

Penelitian Siahaan & Simarmata (2015) menunjukkan bahwa migrasi urban dan tekanan ekonomi telah menciptakan bentuk-bentuk pekerjaan baru di pinggiran Jakarta, termasuk Bekasi. Lapangan kerja bukan hanya formal (yang tiap Senin pakai baju batik demi konten TikTok), tapi juga informal yang fleksibel, adaptif, dan kadang absurd—kayak jualan martabak isi 3 rasa dalam satu loyang.

Di sinilah etnografi berperan. Ia menyelami logika lokal masyarakat. Misalnya:

  • Kenapa ibu-ibu lebih memilih jualan kue lapis homemade daripada ikut MLM?

  • Mengapa tukang tambal ban di perempatan bisa tahu gosip RT?

  • Bagaimana warteg bisa jadi tempat survei ekonomi paling jujur?

Menurut Marcus (2008), pendekatan multi-situs dalam etnografi memberi peluang untuk mengkaji dinamika ekonomi mikro secara lebih dalam.

Sindiran: Pembangunan yang Tak Bertanya

Banyak program pembangunan ekonomi lokal yang datang seperti tamu tak diundang: bawa proposal, presentasi PowerPoint, lalu hilang dengan janji pelatihan sablon yang tak kunjung nyablon. Padahal, menurut Geertz (2005), kunci memahami masyarakat ada pada simbol dan narasi yang mereka bentuk sendiri—bukan lewat indikator statistik yang tak paham nasi uduk tiga ribuan.

Lucunya, program pelatihan “kewirausahaan” seringkali tak mempertimbangkan kearifan lokal. Misal, ngajarin ibu-ibu bikin startup digital, padahal sinyal WiFi saja baru nongol kalau angin bertiup ke utara.

Data Lapangan: Hasil Ngobrol dan Ngopi

Menurut survei mikro oleh Kementerian Koperasi dan UMKM (2022):

  • 62% pelaku ekonomi informal di Bekasi tak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan ekonomi.

  • 47% merasa bantuan modal hanya menyentuh permukaan, tanpa pendampingan nyata.

  • 38% pernah ikut pelatihan, tapi materi dan kenyataan lapangan seperti nonton sinetron dan ngerjain skripsi: beda dunia.

Kutipan-Kutipan Ilmiah yang Bukan Basa-basi

“The strength of ethnography is not in counting people, but in understanding people.”
— Hammersley & Atkinson, 2007

“Development fails when it ignores cultural meanings and local rationalities.”
— Escobar, 2004

Penutup: Etnografi sebagai GPS Pembangunan

Kalau pembangunan adalah mobil, maka etnografi adalah GPS-nya. Tanpa GPS, kita bisa nyasar ke proyek-proyek yang tampak keren di PowerPoint tapi zonk di lapangan. Terutama untuk urusan mata pencaharian, etnografi mengajarkan kita untuk mendengar sebelum merancang, bertanya sebelum menyimpulkan, dan ngopi dulu sebelum ngasih solusi.

Bekasi bukan sekadar kota penyangga. Ia adalah ladang kehidupan, penuh strategi bertahan hidup yang hanya bisa dimengerti kalau kita berhenti jadi perencana yang sok tahu, dan mulai jadi peneliti yang mau duduk bareng tukang gorengan.

Referensi

  • Geertz, C. (2005). Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology. Basic Books.

  • Marcus, G. E. (2008). Ethnography through Thick and Thin. Princeton University Press.

  • Hammersley, M., & Atkinson, P. (2007). Ethnography: Principles in Practice. Routledge.

  • Siahaan, J., & Simarmata, R. (2015). Urban Informal Economy in Greater Jakarta: An Ethnographic Overview. UI Press.

  • Spradley, J. P. (2006). The Ethnographic Interview. Waveland Press.

  • Kementerian Koperasi dan UMKM. (2022). Laporan Statistik UMKM Wilayah Perkotaan.

Kalau artikel ini bikin kamu senyum, mikir, dan ngopi lebih pelan, berarti etnografi kita sudah bekerja. Kalau belum, yuk kita bikin tim riset bareng sambil makan gorengan di pinggir Kalimalang.

Post Views: 852

Related Posts

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!
Berita Nasional

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!

November 20, 2025
Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!
Berita Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!

November 6, 2025
Prabowo Subianto: Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Berita Nasional

Prabowo Subianto: Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan

November 6, 2025
Program Prabowo Bukan Janji, Tapi Jalan Pulang untuk Rakyat Kecil
Berita Nasional

Program Prabowo Bukan Janji, Tapi Jalan Pulang untuk Rakyat Kecil

November 5, 2025
Polri Gelar FGD: Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang “Keblinger” Hukum
Berita Nasional

Polri Gelar FGD: Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang “Keblinger” Hukum

November 5, 2025
Presiden Prabowo Pulang dari KTT APEC 2025: Langit Biru Menyambut, Gareng Nyengir, Petruk Melamun
Berita Nasional

Presiden Prabowo Pulang dari KTT APEC 2025: Langit Biru Menyambut, Gareng Nyengir, Petruk Melamun

November 3, 2025
Next Post
Kedatangan Kapolri Jendral Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si disambut oleh karyawan PT Adis Dimension Footwear di Provinsi Banten

Polisi, Buruh, dan Darah yang Mengalir Demi Negeri — Aksi Gokil Hari Bhayangkara ke-79

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Raja Ampat: Surgamu Dijual, Nerakamu Dikirim Lewat Tambang

Raja Ampat: Surgamu Dijual, Nerakamu Dikirim Lewat Tambang

Juni 8, 2025
Desa yang Menari, Birokrasi yang Lari: Semarak Karnaval ala Oro-Oro Ombo

Desa yang Menari, Birokrasi yang Lari: Semarak Karnaval ala Oro-Oro Ombo

Juni 12, 2025
Desa-Desa di Panti, Bangsalsari, Sukorambi Guyub Rukun Siap Bentuk Koperasi Merah Putih: Ora Koperasi Simpan Pinjam Biasa, Rek!

Desa-Desa di Panti, Bangsalsari, Sukorambi Guyub Rukun Siap Bentuk Koperasi Merah Putih: Ora Koperasi Simpan Pinjam Biasa, Rek!

April 28, 2025
EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

November 24, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In