• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Mei 3, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KAMASUTRA ETIKA: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi… Rasanya Cuma Buat Segelintir Orang

maisput by maisput
Juni 24, 2025
in Pojok Opini, Serial Gareng Petruk
0 0
0
KAMASUTRA ETIKA: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Tapi… Rasanya Cuma Buat Segelintir Orang
0
SHARES
6
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Posisi-Posisi Etika yang Kini Dianggap Norak

Gareng berkata:

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

“Etika itu ibarat gaya misionaris dalam politik—dulu sopan, sekarang dibilang kuno.”

 

Zaman dahulu, etika dalam kekuasaan dijunjung tinggi. Ada norma, ada rasa malu, ada kehalusan budi. Sekarang? Etika dianggap penghalang klimaks.

Politikus berlomba-lomba mencoba posisi kuasa baru: jungkir balik janji kampanye, split semangat rakyat, doggy-style reformasi palsu. Semua demi kenikmatan instan, bukan keberlanjutan kebaikan.

 

G-Spot Demokrasi Sudah Mati Rasa

Dulu, suara rakyat adalah titik gairah demokrasi. Tapi sekarang, G-spot itu mati rasa—dipencet berkali-kali tak ada efek, karena sudah kebas oleh pengkhianatan demi pengkhianatan.

Pemilu jadi foreplay penuh pura-pura: rayuan manis, poster mesra, dan panggilan “saudaraku” yang berubah jadi “rakyat kecil” begitu menang.

Mereka bilang: “Saya dari rakyat!”
Tapi hidupnya lebih mirip raja pesta daripada pelayan negara.

 

Skandal Etika dan Hubungan Terlarang dengan Uang

Etika hari ini diselingkuhi oleh uang dan kuasa.

Anggaran dijadikan simpanan gelap. Proyek-proyek diobral untuk keluarga, kolega, dan teman tidur politik. Dan ketika ketahuan, mereka berdalih: “Saya difitnah. Ini bagian dari skenario besar.”

Kata Petruk, “Kalau korupsi itu zina, maka mereka adalah pezina berjamaah yang rajin khatamkan APBN.”

Cinta Satu Malam Bernama Jabatan

Jabatan sekarang ibarat cinta satu malam. Begitu dapat, langsung dinikmati, disedot keuntungannya, lalu ditinggal ketika hamil masalah.

Tak ada tanggung jawab, tak ada cinta. Hanya seks politik semalam suntuk, penuh kenikmatan di atas penderitaan rakyat.

 

Rakyat Sebagai Objek Fantasi, Bukan Subjek Cinta

Rakyat tak lebih dari fantasi kampanye. Muncul di baliho, hilang di APBD. Mereka dibujuk, dirayu, dipuaskan dengan slogan, tapi setelahnya hanya jadi statistik.

“Rakyat cuma jadi background saat foto dilantik,” kata Gareng. “Setelah itu? Kembali jadi hiasan penderitaan.”

Posisi Etika Terakhir—Menjaga Diri Saat Semua Ingin Telanjang

Di tengah kekuasaan yang telanjang moral, etika adalah satu-satunya kain penutup yang tersisa.

Tapi, siapa yang mau pakai? Wong kain itu dianggap kampungan. Dianggap menghalangi gerakan “maju cepat” dan “gas pol tanpa rem”.

Jangankan Orgasme Keadilan, Ciuman Nurani Pun Kini Langka

Kita hidup di zaman ketika suara rakyat dianggap angin, etika dianggap hambatan, dan kepuasan penguasa lebih penting dari keadilan sosial.

“Kamasutra Etika”, kata Petruk, “adalah kitab yang dibaca oleh sedikit orang, dan diamalkan oleh lebih sedikit lagi.”

Gareng dan Petruk menutup kitab sambil menyeduh kopi pahit:

“Etika itu memang tidak seksi. Tapi tanpa etika, kekuasaan itu seperti seks tanpa persetujuan—menjadi pemerkosaan publik.”

Post Views: 507

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Jember Cinta Pluralisme: Kirab Pusaka, Sedekah Bumi, dan Janur Melengkung Nusantara

Jember Cinta Pluralisme: Kirab Pusaka, Sedekah Bumi, dan Janur Melengkung Nusantara

Juni 5, 2025
Romansa di Balik Kare Kambing Cak Wi Pasar Turi: Rasa, Kenangan, dan Persahabatan

Romansa di Balik Kare Kambing Cak Wi Pasar Turi: Rasa, Kenangan, dan Persahabatan

Februari 27, 2025
Pemimpin Tegas, Kreatif, dan Konsisten: Bukan Cuma Jago TikTok, tapi Jago Ngurusi Rakyat!

Pemimpin Tegas, Kreatif, dan Konsisten: Bukan Cuma Jago TikTok, tapi Jago Ngurusi Rakyat!

Juni 8, 2025
Ilustrasi Kampret Nasionalis

Kampret Nasionalis: Merah Putih di Timeline, Abu-Abu di Hati

Juli 10, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In