Siapa bilang balai desa cuma buat ngurus surat pindah dan akta tanah? Hari ini, Balai Desa Rambipuji, Kabupaten Jember, disulap jadi taman bermain penuh warna dan tawa anak-anak TK dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 250 anak dan orang tua memadati balai desa yang biasanya hanya dipenuhi suara printer ngadat dan keluhan warga soal saluran air mampet. Tapi kali ini, suasananya berbeda: cerah, semarak, dan penuh harapan… harapan menang lomba dan dapet piala tentunya.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Rambipuji bekerja sama dengan Pemerintah Desa Rambipuji mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak TK se-kecamatan. Kegiatan ini dipusatkan di Balai Desa Rambipuji, Jalan Gajah Mada 193, dan dilaksanakan selama dua hari, 3 hingga 4 Juni 2025.
Acara ini melibatkan 763 anak dari berbagai TK yang sebelumnya telah mengikuti seleksi lomba di tingkat lembaga masing-masing. Hari ini, sebanyak 144 anak tampil di babak kecamatan untuk lomba mewarnai dan karikatur. Besok, giliran 200 anak akan adu cepat dalam lomba lari yang dilaksanakan di TK Tunas Rimba, Dusun Kaliputih, Jalan Erlangga 14.
Kepala TK Tunas Rimba yang juga panitia, Bu Nila, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk perhatian terhadap anak sebagai generasi masa depan. “Anak-anak harus punya ruang untuk berekspresi. Jangan sampai ruang publik cuma dipenuhi baliho caleg,” ujarnya sambil tersenyum getir tapi penuh makna.

Menurut Bu Lusiana Marta, guru pendamping dari TK Pratiwi Nogosari, lomba ini bukan hanya ajang cari juara, tapi latihan mental dan kreativitas anak. “Kami berharap anak-anak bisa tampil percaya diri dan bangga, meski gurunya deg-degan duluan,” kata beliau. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada IGTKI dan khususnya Ibu Kades Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, atas dukungan penuh terhadap acara ini.
Antusiasme warga luar biasa. Salah satu orang tua dari TK An Najah Gugut, Bu Evayanti, mengaku terharu. “Anak saya bisa mewakili sekolah, saya aja sampai pengen bawa sound system sendiri buat sorak-sorak. Harapannya sih bisa sampai tingkat kabupaten, syukur-syukur nasional. Biar bisa nulis status WA: Anakku juara, bukan cuma di hatiku, tapi juga di kecamatan,” celetuknya polos tapi nyengat.

Lomba dilaksanakan selama dua hari, dimulai pukul 08.00 WIB. Hari pertama dilangsungkan di Balai Desa Rambipuji untuk lomba mewarnai dan karikatur, sementara hari kedua akan berlangsung di TK Tunas Rimba Kaliputih untuk lomba lari.
Gareng-Petruk Menyela
Dari acara ini kita belajar bahwa ketika desa dan pendidik bersatu, maka yang terbit bukan hanya senyum anak-anak, tapi juga harapan baru. Beda sama rapat dewan yang kadang bersatu hanya pas bahas anggaran, tapi pecah saat bahas tanggung jawab.
Kalau anak-anak diajarkan lomba sejak dini dengan nilai sportifitas, mungkin kelak mereka tumbuh jadi pemimpin yang lebih suka berkompetisi sehat daripada main sabet proyek. Karena, dari tangan kecil merekalah bangsa ini akan digambar ulang — semoga dengan warna-warni yang lebih jujur, cerah, dan tidak mudah luntur saat musim pemilu tiba.
Salam dari redaksi GarengPetruk.com,
Karena anak-anak bukan pewaris tanah kosong, tapi pemilik masa depan yang harus kita rawat… bukan cuma pas Hari Anak Nasional, tapi setiap hari.
















