Banyuwangi – Di tengah-tengah suara ayam kampung dan deru motor bebek tua, ada yang berbeda di Desa Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Bukan karena tuyul gentayangan atau harga sembako naik, tapi karena IPWL LRPPN-BI Banyuwangi bikin gebrakan: pengobatan gratis dan edukasi anti-narkoba! Wah, ini bukan sekadar bakti sosial, tapi semacam “serangan mendadak cinta dan kepedulian” buat rakyat kecil!
Di bawah komando M. Ikhsan, MM, ketua IPWL LRPPN-BI yang tampil gagah dengan senyum sumringah, puluhan warga langsung antre bawa tensi dan gula darah mereka, bukan bawa proposal bansos. Pemeriksaan gratis? Ya jelas warga senang! Soalnya, kata Pak Parto, “Lha piye, ke puskesmas wae kudu bayar bensin, nek kene mung butuh sandal jepit karo KTP!”
Tak cuma tensi dan cek kolesterol, warga juga disuguhi edukasi anti-narkoba yang ndledek tapi dalam. Gareng sampe nyeletuk, “Iki lho, edukasi model begini, gak cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Tapi langsung nyantol ke otak dan nyantolke malu nek isih main narkoba!”

Dalam sambutannya, Drs. R. Agus Muyono, M.Si dari Bakesbangpol, mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani, menyampaikan:
> “Peredaran narkoba itu kayak setan nganggur—sukanya nyusup di tempat gelap. Maka, terangilah desa-desa dengan edukasi dan aksi nyata.”

Wah, Petruk langsung nyeletuk, “Setan kalah saing bos! Saiki yang paling bahaya itu bukan genderuwo, tapi gen narkoba!”
Selain edukasi, acara ini juga jadi ajang silaturahmi. Warga, tokoh masyarakat, BNNK, BPD, sampai emak-emak yang biasanya sibuk ngerumpi, semua tumplek blek di kantor desa. Tapi kali ini, rumpinya soal kesehatan dan masa depan. Canggih!
Gareng pun menyimpulkan:
> “Acara iki bukan sekadar pemeriksaan, tapi pemeriksaan batin dan kesadaran sosial. Warga dicek kolesterol, tapi juga diajak mikir: apa enaknya hidup sehat tanpa narkoba, dan seberapa bahagianya hidup tanpa curiga anak kita make sabu?”

Program semacam ini perlu dicontoh! Bayangno, kalo tiap RT punya kegiatan begini, tuyul pensiun dini, dukun cabut endorse, dan bandar narkoba bisa alih profesi jadi penjual es tebu. Damai Indonesia!
Gareng & Petruk pamit, sambil ngoles minyak angin gara-gara kolesterol juga ikut dicek.
Ingat, sehat itu murah, asal tidak ditunda. Dan narkoba? Mahal, merusak, dan bikin goblok. Pilih yang mana, rek?
















