Jember, garengpetruk.com —
Di bawah langit yang cerah berawan tipis-tipis, bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha (nama yang panjangnya hampir kayak antrian SPBU saat BBM mau naik), Jupriono resmi dilantik jadi Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Senin (28/04/2025).

Pak Jupri — begitu panggilan sayang dari rakyat ndeso — menggantikan Arif Tjahyono yang masa tugasnya sudah habis. Ibarat baterai hape, Pak Arif sudah “lowbat” dan sekarang saatnya charger baru dipasang.
Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, dalam pidato sakral yang dibalut aroma kopi panas dan janji-janji perbaikan birokrasi, berpesan keras namun teduh:
“Birokrasi itu bukan partai politik, Broh! ASN itu kudu patuh, jangan malah bikin drama kayak sinetron prime time!”
Makjleb.
Gus Fawait menganalogikan tugas ASN sebagai amal jariyah — sekali tanda tangan beres, pahalanya ngalir terus, kayak debit sungai di musim hujan. Tapi, kalau niatnya malah cari panggung dan bikin kisruh, ya siap-siap dosa kolektif berjamaah!
ASN yang Belok, Dipersilakan Nyaleg!
Gus Fawait tanpa tedeng aling-aling juga ngingetin:
“Kalau pengen berpolitik, ya mundur wae. Gabung partai, ikut pileg, pasang baliho gedean kuburan, silakan!”
Sindiran halusnya menusuk, ibarat paku payung di sandal jepit.

Ini bukan tanpa sebab. Dulu, di Jember pernah heboh, ASN rame-rame ngajuin mosi tidak percaya ke pimpinan, bikin suasana Pemkab kayak pasar malam. Gus Fawait ogah sejarah kelam itu keulang.
Pekerjaan Rumah: Mengurangi Kemiskinan, Bukan Menambah Drama
Dalam acara pelantikan yang penuh khidmat (dan sedikit jaga jarak karena trauma masa lalu), Gus Fawait juga membuka kartu:
Jember, sayangnya, masuk ranking dua termiskin se-Jawa Timur. Sebuah prestasi pahit yang katanya bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dikejar solusinya.
Makanya beliau minta semua OPD jangan ego sektoral.
Jangan sampai kerjaan malah kayak geng SMP — rebutan wilayah, iri-irian jabatan, atau adu kerenan stempel dinas.
Pak Jupri: Jawaban Seadanya, Kerjaan Segunung
Usai disumpah, Jupriono tampil sederhana dan… hemat energi.
Beberapa pertanyaan wartawan dijawab ala kadarnya, seperti orang yang baru dibangunin jam 3 pagi dan belum sempat minum kopi.

Wartawan: Apa yang dilakukan setelah dilantik, Pak?
Pj Sekda: Sesuai arahan Gus Bupati.
Wartawan: Apa fokus utamanya, Pak?
Pj Sekda: Semua. Semua fokus.
Wartawan: Koperasi Desa Merah Putih gimana, Pak?
Pj Sekda: Tanya Dinas Koperasi, ya.
Wartawan: Penataan kecamatan?
Pj Sekda: Semua krusial. Semua segera.
Dari dialog ini, Gareng Petruk menyimpulkan:
Pak Jupri bukan tipe banyak teori. Beliau lebih cocok model ninja: diam-diam menghantam masalah. Semoga bukan diam-diam menghindar.
—
Catatan Gareng:
Semoga saja pelantikan ini bukan cuma sekedar seremonial ala pesta ulang tahun anak tetangga. Kita semua rakyat Jember nungguin, kapan kemiskinan minggat, kapan birokrasi jadi lincah tanpa drama, dan kapan ASN benar-benar kerja kayak pekerja, bukan kayak pemeran tambahan di sinetron.
Semangat, Pak Jupri! Jangan hanya semua fokus di mulut, tapi juga fokus di kaki dan tangan!
















