Jember, garengpetruk.com —
Akhirnya! Setelah sekian lama jalanan di Jember berlubang kayak wajah remaja puber, kini dapat perhatian serius. Wakil Bupati Jember, Pak Djoko Susanto, turun gunung (eh, turun kota maksudnya) memantau langsung tambal-menambal jalan di tiga titik penting: Jalan Diponegoro, Tawangmangu, dan Jalan Srikoyo, Minggu (27/04/2025).
“Alhamdulillah, sudah mulai dikerjakan, ya… daripada nganggur terus lubangnya, bisa-bisa malah dijadikan kolam lele warga,” ujar Wabup Djoko sambil cekikikan melihat tambal sulam yang baru dimulai.
Pak Wabup memang bukan sekadar jalan-jalan sore. Beliau memastikan Tim URC (Unit Reaksi Cepat) yang dibentuk Bupati Jember, Mas Fawait, benar-benar cepat — bukan hanya cepat update story Instagram.
“Kan minggu lalu sudah dibentuk, ya, tim URC ini. Jadi ya harus gaspol,” tambah Wabup, sambil mengawasi petugas yang sibuk kerja, sementara beberapa warga mengawasi petugas dan Wabup dengan penuh harap (dan sedikit curiga).
Tidak cuma kota, desa-desa juga bakal kecipratan aspal baru. “Hari Senin katanya mulai juga di desa. Jadi, yang kemarin bolak-balik ke kota cuma buat lewat jalan mulus, sabar, sebentar lagi bisa geber di kampung sendiri,” kata Wabup sambil mesem-mesem.
Masalahnya, seperti biasa di dunia peraspalan Nusantara: urusan lubang sih cepat dibahas, urusan anggaran? Ehm…
“Nanti tanya Kepala Dinas Bina Marga ya, anggarannya cukup apa nggak. Saya juga belum dapat laporan. Mudah-mudahan cukup, kalau nggak, ya… nyumbang ramai-ramai?” canda Pak Wabup, separuh bercanda separuh beneran.
Menurut Plt Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Mas Arif Liyantono, jalan rusak di Jember lumayan parah: 66,885 km rusak ringan, 307,545 km rusak berat. Dari total 2.633 km jalan, berarti 21 persennya sudah mirip permukaan bulan — penuh kawah.
Untungnya, Pemkab Jember sudah gelontorkan anggaran Rp 94 miliar lewat APBD 2025. Rp 16 miliar buat rehabilitasi ringan, dan Rp 78,364 miliar buat fisik paket perbaikan. Semoga aja cukup, ya… Jangan sampai nanti ada lomba balap mobil off-road mendadak di tengah kota gara-gara jalanan masih berlubang.
Oiya, Tim URC yang dibentuk Bupati jumlahnya 120 orang, dibagi jadi 8 tim. Setiap tim isinya 15 orang, bukan cuma tukang aspal, tapi juga tukang doa, tukang semangat, dan tukang jaga-jaga kalau ada warga iseng numpang foto.
Gareng bilang: “Mumpung masih bulan April, semoga tambalannya awet, jangan tambal tipis-tipis kayak janji mantan! Jalan mulus, rakyat bahagia, Pemkab makin disayang. Tapi ingat, kalau cuma mulus di kota, terus desa-desa ditinggal, nanti rakyat cuma bisa geleng-geleng sambil bilang: ‘Aspalmu palsu, Wak!'”
Salam licin, eh, mulus dari kami, Gareng dan Petruk.
(Slamet – garengpetruk.com)
















