Bogor, Jonggol – Di tengah suasana kampung yang adem ayem tapi penuh semangat di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, tersiar kabar bahwa Empat Pilar Kebangsaan disosialisasikan bukan hanya dengan serius, tapi juga penuh makna—kalau kata Petruk, “ora mung nganggo dasi, tapi nganggo ati.”
Acara yang digelar pada Selasa (22/4/2025) itu dihadiri oleh Anggota MPR RI yang sekaligus anggota DPR RI, Dr. H. Mulyadi, MMA. Tapi tenang, meskipun gelarnya panjang, pembawaannya tetap santai kayak di warung kopi, bikin semua yang hadir nggak merasa seperti ikut ujian negara.
Dengan gayanya yang kalem tapi mantap, Pak Mulyadi bilang,
“Konstitusi itu bukan cemilan, jadi jangan seenaknya dilanggar. Ini kesepakatan bangsa, bukan polling WhatsApp grup RT.”
Empat Pilar yang dimaksud adalah:
- Pancasila – bukan hanya untuk hafalan, tapi buat pegangan hidup (kayak prinsip jomblo idealis).
- UUD 1945 – bukan novel sejarah, tapi kitab suci kenegaraan.
- NKRI – harga mati, tapi jangan sampe ngutang buat beli.
- Bhinneka Tunggal Ika – beda boleh, ribut jangan.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya—yang dinyanyikan dengan semangat. Dilanjutkan doa menurut ajaran Islam, dan sambutan dari para tokoh, termasuk tamu kehormatan Kolonel (Purn) H. Endang Sudrajat, M.Si, yang tampil gagah tapi tetap membumi.
Tidak kurang dari 106 peserta hadir. Jumlah yang bikin warung kopi depan balai desa mendadak rame kayak lagi diskon gorengan. Dalam sesi diskusi, warga curhat soal tantangan menerapkan nilai-nilai kebangsaan di tengah zaman yang katanya “serba update tapi sering lupa jati diri.”
Dan, ini yang menarik: 5 buku tentang Empat Pilar dibagikan gratis. Petruk sempat nyeletuk,
“Wah, ini buku bukan cuma buat pajangan lemari, tapi biar kepala kita nggak kosong pas debat di medsos.”
Mulyadi pun menutup dengan kalimat yang cukup menyentuh:
“Dengan acara seperti ini, saya yakin, masyarakat kita akan semakin paham dan taat konstitusi. Karena kalau semua taat, negara kita bisa jalan lurus… ya walau jalannya masih banyak lubang.”
Turut hadir juga Sekcam Jonggol, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat Desa, para pengurus Partai Gerindra, dan tentu saja tokoh-tokoh masyarakat setempat. Suasana hangat, santai, tapi tetap serius kayak rapat RT yang bahas iuran wifi.
Gareng dan Petruk pun senyum simpul dari kejauhan, sambil bisik-bisik:
“Nek kabeh rakyat podo ngerti makna empat pilar, ora mung negara sing kuat, tapi rakyat iso guyub rukun, ora mung pas lebaran.”
– Tamat, tapi semangat terus!
Reporter: Gareng Petruk News Network (GPNN) – Ngabari Ndeso, Nyambung Negara.















