• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 2, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pétruk Dadi Ratu: Pelajaran dari Sebuah Lakon Politik

maisput by maisput
Agustus 3, 2025
in Kolom Edukatif atau Inspiratif, Pojok Opini
0 0
1
Ilustrasi Petruk Jadi Raja

Ilustrasi Petruk Jadi Raja

0
SHARES
87
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Lakon Wayang, Lakon Negeri

Dalam dunia pewayangan Jawa, ada satu lakon yang nggragas tapi nggenah: Pétruk Dadi Ratu. Ini bukan sekadar kisah lucu si punakawan yang tiba-tiba jadi raja, tapi sindiran kelas berat buat siapa saja yang silau sama singgasana. Pétruk yang biasanya cuma ngelawak dan nylekit, tiba-tiba naik tahta gegara Jimat Kalimasada. Tapi begitu mahkota nempel di kepala, lupa sudah siapa dirinya.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Nah, kalau sampeyan merasa ini mirip kejadian di dunia nyata, berarti sampeyan masih waras.

 

Jimat Kalimasada: Antara Takdir dan Momentum

Kalau kita tarik ke dunia politik kita yang riuhnya kayak pasar malam pas kampanye, kisah Pétruk ini seperti cermin retak yang tetap memantulkan bayangan jelas. Mari kita sebut saja satu nama: Jokowi.

Sosok ini dulunya rakyat biasa. Asli wong Solo, naik jadi walikota, lalu gubernur DKI, lalu… jebret! Presiden dua periode. Panggungnya makin luas, kiprahnya makin membahana. Tapi ingat, sebagaimana Pétruk, dia naik bukan karena sihir, tapi karena jimat: kepercayaan publik, citra kesederhanaan, dan momentum politik yang mengangkatnya ke atas panggung kekuasaan.

Nah, di sinilah tantangan dimulai.

 

Ketika Pétruk Lupa Cermin

Dalam lakon aslinya, Pétruk yang awalnya lucu berubah jadi semena-mena. Dia mulai bertindak seperti raja sungguhan, lupa kalau dirinya hanya penabuh genderang. Ia mabuk kuasa, dan ketika mabuk, yang tertawa bukan hanya rakyat, tapi juga sejarah.

Dan kini kita lihat gejalanya:
Anak jadi cawapres.
Menantu jadi calon gubernur.
Anak satunya lagi jadi ketua partai.

Lha ini apa? Tak salah memang, semua warga negara punya hak politik. Tapi rakyat bukan hanya menilai lewat aturan, tapi juga lewat rasa. Rasa sing sepo, rasa sing ngganjel, rasa sing ndadak mbatin: “Iki kok dadi kerasa kaya kerajaan, ya?”

Dan lebih jauh lagi, ketika muncul isu ijazah palsu, publik yang dulunya manut malah jadi bertanya-tanya. Bukannya dibuka seterang-terangnya, malah seperti diseret dalam drama yang tak perlu. Mirip Pétruk dengan Kalimasada palsunya — dari luar tampak sakti, tapi dalamnya menyisakan tanya.

 

Jokowi dan Kesempatan Menjadi Bijak

Padahal ini saat terbaik untuk Jokowi menunjukkan kelasnya. Menjadi negarawan bukan soal seberapa banyak orang yang bisa dikendalikan, tapi seberapa banyak orang yang bisa diyakinkan bahwa kekuasaan itu bukan warisan. Bukan estafet pribadi.

Dalam budaya Jawa, mundur itu bukan kalah. Kadang mundur itu ngetrapi, menata ulang. Dan justru, pemimpin besar adalah yang tahu kapan berhenti melangkah agar tak tersesat.

Maka Jokowi, yang dulunya dielu-elukan sebagai simbol kesederhanaan, punya kesempatan terakhir untuk menegaskan identitasnya: apakah ia ingin dikenang sebagai raja yang jadi punakawan, atau punakawan yang pengin jadi raja?

 

Pétruk Sejati, Bukan Pétruk Palsu

Pétruk di akhir lakon sadar: bahwa jadi punakawan itu bukan hina. Justru di situlah letak mulianya. Ia bisa mengingatkan raja, menyentil penguasa, dan tetap dekat dengan rakyat. Maka, jika Jokowi benar-benar ingin dikenang baik, ia harus kembali menjadi “Pétruk Sejati”.

Yakni, pemimpin yang tahu batas, tahu rasa, dan tahu bahwa kuasa bukan untuk diwariskan, tapi untuk ditinggalkan dengan elegan.

 

Penutup: Jangan Sampai Kita Jadi Penonton Wayang Palsu

Negeri ini terlalu besar untuk jadi panggung satu keluarga. Rakyat terlalu cerdas untuk dibohongi drama. Jangan jadikan demokrasi jadi pewayangan gelap, di mana punakawan jadi raja, dan raja malah jadi dagelan.

Mari belajar dari lakon. Mari belajar dari Pétruk. Sebab yang tak belajar dari sejarah, biasanya bakal diulangi sama keturunannya — dan itu bisa lebih lucu… atau lebih menyedihkan.

#PetrukDadiRatu #PolitikIndonesia #Jokowi #OpiniRakyat #WayangModern #SindiranLugasRakyatTegas

Post Views: 1,068

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Foto : Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dalam konferensi pers di mako Polres Probolinggo Kota.

Celurit di Leher, Motor Raib, Tersangka Diciduk!

Comments 1

  1. Anonim says:
    6 bulan ago

    Petruk udah bangun prajurit sendiri dgn nama PSI yg mana logo nya gajah tapi kiasan wajah Petruk.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Juli 14, 2025
Gareng Petruk di Manado: Perang Melawan Plastik, Bukan Cuma Gaya, Tapi Harus Gila-Gilaan!

Gareng Petruk di Manado: Perang Melawan Plastik, Bukan Cuma Gaya, Tapi Harus Gila-Gilaan!

Juni 5, 2025
GarengPetruk.com — Edisi Idul Kurban: Daging, Gotong Royong, dan Gembelengan Sosial  “Kurban, Ketulusan, dan Kekompakan: Al Istiqomah, Muktisari Gaspol!”

GarengPetruk.com — Edisi Idul Kurban: Daging, Gotong Royong, dan Gembelengan Sosial “Kurban, Ketulusan, dan Kekompakan: Al Istiqomah, Muktisari Gaspol!”

Juni 7, 2025
Pengukuhan Ormas Pasukan 08 DPW Probolinggo Oleh Ketua DPD Jatim Pasukan  08

Pengukuhan Ormas Pasukan 08 DPW Probolinggo Oleh Ketua DPD Jatim Pasukan 08

Maret 26, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In