• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Mei 3, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hukum Kritis: Ketika Gareng dan Petruk Nyemplung ke Mahkamah

maisput by maisput
Juni 25, 2025
in Filsafat, Karya Tulis, Kolom Analisis Ringan, Kolom Edukatif atau Inspiratif, Kolom Reflektif, Kolom Satir atau Sindiran Sosial, Pojok Opini
0 0
0
Hukum Kritis: Ketika Gareng dan Petruk Nyemplung ke Mahkamah
0
SHARES
91
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Gareng: “Petruk, kamu tau gak, hukum sekarang ini seperti sandal jepit? Kalau hilang sebelah, yo wis… jalan terus.”

Petruk: “Lha iya, Le. Nek hukum itu sakral, masak dipasang sesuai ukuran investor saja, rakyat kok gak kebagian nomor?”

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

 

Hukum Positif dan Positif Thinking Itu Beda

Indonesia itu unik. Hukum kita katanya berdiri tegak. Tapi nyatanya, sering miring kayak spanduk caleg bekas hujan. Hukum positif dipeluk erat-erat oleh para penegaknya, meskipun isinya kadang bikin rakyat negatif. Dalam dokumen “Pokok Pemikiran tentang Hukum Kritis” karya Dr. H. Suparno, dijelaskan bahwa hukum itu seharusnya tidak sekadar dipakai buat ngelindungi yang kuat dan kaya, tapi buat ngebenerin struktur sosial yang nyungsep.

Gareng: “Lha Undang-undang kok lebih sayang investor daripada warga, piye toh?”

Petruk: “Kaya warung padang, tapi yang boleh makan cuma orang Eropa.”

 

Critical Legal Studies (CLS): Hukum Bukan Malaikat, Tapi Politik Berkostum

CLS ini, kata Dr. Suparno, lahir dari rahim Harvard, tapi bukan buat jualan ijazah. CLS bilang: hukum itu bukan netral, hukum itu politik yang nyamar. Jadi jangan heran kalau hukum sering berat sebelah. Yang punya kuasa bisa main “UNO Reverse” di ruang sidang.

CLS itu mirip Petruk pas nonton sinetron hukum: “Kok vonisnya gitu, padahal jelas-jelas salah! Lah yo, hukum konvensional sering kali bukan soal benar atau salah, tapi soal siapa yang pegang remote-nya!”

 

Teknik Jurus CLS: Trashing, Deconstructing, Deligitimating

CLS ngajarin tiga jurus:

1. Trashing: Hancurin dulu fondasi hukum lama. Kayak renovasi rumah, tapi gentengnya dulu yang dilempar.

2. Deconstructing: Bongkar ulang, liat isi dalemnya. Siapa tahu ada bangkai kebijakan.

3. Deligitimating: Turunin pangkat aturan yang sok suci tapi cuma nguntungin elite.

 

Gareng: “Ini ilmu pembongkar, Truk. Bukan tukang becak, tapi tukang bongkar sistem.”

 

CLS di Indonesia: Sudah Ada, Tapi Sering Dilempar ke Luar Ruang Sidang

CLS pernah nemplok di Indonesia pas zaman Orde Baru. Sayangnya, hukum kritis sering dikalahkan sama hukum praktis. Misal, undang-undang penanaman modal yang lebih cinta duit ketimbang tanah rakyat. Hak buruh? Dikasih nasi bungkus. Tanah rakyat? Digusur demi “pembangunan” – yang ternyata mall!

Petruk: “Kalau pembangunan buat rakyat, kenapa rakyatnya disingkirkan?”

Gareng: “Itu pembangunan untuk ‘rakyat’, tapi rakyat yang punya saham, Le.”

 

Kritik CLS: Liberalisme Itu Sendiri Cacat Logika

Roberto Unger, mbahnya CLS, bilang: liberalisme itu penuh kontradiksi. Rasional tapi nafsuan, objektif tapi egois. Makanya, CLS ngajak revolusi pemikiran. Nggak cukup tambal sulam, harus bongkar rumahnya. Diusulkan empat hak baru: kekebalan, destabilisasi, pasar, dan solidaritas. Bahasa gampangnya:

Kekebalan: Rakyat nggak bisa semena-mena ditekan.

Destabilisasi: Bongkar praktek busuk yang udah kadung biasa.

Pasar: Rakyat punya hak atas kapital sosial, bukan cuma nonton dari luar pagar.

Solidaritas: Pemerintah jangan lupa jadi manusia.

Hukum Kritis Itu Seperti Petruk — Jelek Tapi Jujur

CLS belum jadi mainstream di Indonesia, karena hukum kita masih demen pakai dasi positivisme. Tapi kalau terus begini, rakyat cuma jadi objek hukum, bukan subjek. CLS ngajak kita mikir — bukan ngotot — bahwa hukum bukan kitab suci, tapi hasil pikir dan bisa dikritisi.

Gareng: “Hukum tanpa kritik itu kayak sate tanpa sambal, Le. Hambar dan bikin seret tenggorokan.”

Petruk: “Mendingan pahit jujur daripada manis beracun. Hukum kritis itu kayak kopi hitam: gak semua suka, tapi bikin melek.”

 

Salam dari Gareng & Petruk, dua pelawak jalanan yang masih percaya keadilan bisa lahir dari akal sehat — asal gak disuruh bayar parkir dulu.

 

Catatan: Artikel ini terinspirasi dari pemikiran serius Dr. H. Suparno, SH, MH, MM, CCSA yang berhasil dibungkus dengan bumbu guyonan khas rakyat — agar hukum tidak hanya jadi milik gedung, tapi juga milik warung kopi.

Post Views: 716

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post

First-ever auction of AI-created artwork set for Christie's gavel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Bill Gates’ iconic donkey game arrives on iPhone, Apple Watch

Juli 18, 2025
PT Imasco Comeback! Jalan Bolong, Ekonomi Buntung, Tapi Sekarang Jember Gas Pol Lagi!

PT Imasco Comeback! Jalan Bolong, Ekonomi Buntung, Tapi Sekarang Jember Gas Pol Lagi!

April 29, 2025

Keep Calm And Curry On: Must-Try Japanese Restaurants in Bali

Juni 19, 2025
Rumah Masih Nyicil, Nasib Sudah Dilelang: Drama Kontrak Hidup di Kota Beton

Rumah Masih Nyicil, Nasib Sudah Dilelang: Drama Kontrak Hidup di Kota Beton

November 20, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In