Jakarta – Kalau biasanya pejabat silaturahmi bawa parcel, kali ini Dr. H. Mulyadi Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Gerindra datang ke rumah pemikiran: Kantor Kepala Bappenas, ditemui langsung oleh Prof. Dr. Rachmat Pambudy, bukan untuk foto-foto, tapi bawa sejuta pertanyaan dan segudang solusi. Obrolan mereka? Bukan gosip politik atau harga cabe, tapi tentang hal-hal yang bikin hidup rakyat lebih waras: pengembangan wilayah Jawa Barat, pengelolaan sampah, digitalisasi UMKM, dan kedaulatan ekosistem digital.
Gareng Petruk yang denger kabar ini langsung geleng-geleng, “Lha iki baru silaturahmi beneran, bukan cuma basa-basi biar masuk story!”
Jawa Barat: Jangan Cuma Jadi Tempat Pindah Ibu Kota Hati
Diskusi dibuka dengan obrolan tentang pengembangan wilayah Jawa Barat. Menurut Dr. Mulyadi, “Jabar ini potensi ekonominya gede, tapi jangan cuma jadi tempat nyasar pabrik dan penat migrasi. Harus ada konsep pembangunan berkeadilan. Rakyatnya jangan cuma jadi penonton pembangunan, tapi pemain utama.”
Prof. Pambudy menimpali, “Pembangunan itu bukan soal beton dan aspal, tapi juga soal harga diri rakyat dan lingkungan yang lestari.”
Sampah: Masalah Bau yang Harus Diubah Jadi Uang
Bagian ini paling nyengat. Sampah! Bukan cuma sampah rumah tangga, tapi juga sampah kebijakan. Jawa Barat dikenal sebagai gudangnya kreativitas, tapi juga krisis pengelolaan sampah.
Dr. Mulyadi bilang, “Jangan tunggu banjir baru ribut. Pengelolaan sampah harus dari hulu ke hilir, dari pola pikir sampai pola tindakan.”
Prof. Pambudy malah nyeletuk, “Di negeri ini, yang paling setia itu cuma sampah. Dia selalu datang tiap hari, tapi tak pernah diberi perhatian layak!”
Gareng sampai batuk sarkas, “Wong sampah wae kudu dikasih peran, masa rakyat kecil terus disampahkan?”

Digitalisasi UMKM: Dari Warung Kopi ke Marketplace
Digitalisasi UMKM juga jadi topik panas. Dr. Mulyadi menekankan bahwa UMKM harus disiapkan bukan cuma jadi “jualan online”, tapi juga menguasai teknologi.
“UMKM kita jangan cuma dikasih akun Shopee, tapi nggak ngerti cara balas chat pembeli. Literasi digital itu penting, bukan cuma koneksi internet,” ujar beliau.
Prof. Pambudy mengangguk, “Digitalisasi itu bukan gaya-gayaan. Itu urusan perut. Kalau nggak cepat digital, UMKM bisa kalah saing sama konten prank TikTok!”

Kedaulatan Digital: Jangan Sampai Data Rakyat Diangkut Negara Lain
Gareng nyaut dari pojokan, “Wah ini bagian yang ngeri-ngeri sedap!”
Kedaulatan digital jadi isu strategis. Dr. Mulyadi menyuarakan bahwa data rakyat Indonesia harus diamankan dan dikuasai oleh negara sendiri.
“Jangan sampai data e-KTP, belanja online, sampai status galau bocor ke negeri seberang. Ini soal harga diri digital bangsa!” tegas beliau.
Prof. Pambudy menambahkan, “Negara yang hebat bukan yang punya jet tempur, tapi yang bisa jaga data rakyatnya.”
Gareng Menyimpulkan: Ini Bukan Cuma Rapat, Ini Perlawanan!
Gareng Petruk, yang biasanya cuma nyindir sambil selonjoran, hari ini angkat topi. Silaturahmi ini bukan sekadar jumpa kangen pejabat. Ini adalah pertemuan dua pikiran tajam: satu datang dari rakyat, satu dari kebijakan. Tapi dua-duanya punya hati yang sama: bikin negeri ini lebih waras dan bermartabat.

Catatan Redaksi :
Kami bangga menjadi bagian dari cerita ini. Cerita tentang pemimpin yang tidak hanya bicara, tapi berpikir dan bergerak. Kami siap terus meliput, menyuarakan, dan menyentil jika perlu. Demi rakyat. Demi perubahan. Demi Indonesia yang tidak hanya besar di angka, tapi juga bahagia di jiwa.
#MulyadiBersamaRakyat
#RachmatPambudyBerpikirUntukBangsa
#SilaturahmiBerisi
#GarengPetrukNgakakSerius
#MediaPartnerUntukGerakanBukanGebrakan















