• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Kamis, April 23, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KOPERASI: SI DEMOKRASI YANG TIDAK MINTA PANGGUNG, TAPI MASAK NASIB RAKYAT DI DAPUR-DAPUR KAMPUNG

maisput by maisput
Juni 13, 2025
in Kolom Analisis Ringan, Kolom Edukatif atau Inspiratif, Kolom Humor, Kolom Reflektif, Kolom Satir atau Sindiran Sosial, Pojok Opini
0 0
0
KOPERASI: SI DEMOKRASI YANG TIDAK MINTA PANGGUNG, TAPI MASAK NASIB RAKYAT DI DAPUR-DAPUR KAMPUNG
0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Cah bagus, cah ayu, para pemilik warung kopi dan warung hidup yang sering ngutang di warung tetangga, mari kita angkat topi untuk sebuah entitas yang sering diremehkan tapi diam-diam menyelamatkan dompet kita: koperasi. Iya, itu lho, yang kalau rapat anggotanya lebih seru dari debat capres, tapi pakai gorengan dan teh hangat, bukan teleprompter.

Jangan salah, bos. Demokrasi itu bukan cuma soal nyoblos tiap lima tahun sambil selfie pakai jari ungu lalu balik ke rumah terus ngeluh lima tahun penuh. Demokrasi itu soal urunan pikiran, soal bareng-bareng bikin keputusan, dan koperasi? Itu demokrasi yang udah turun dari langit wacana dan nyeker di tanah realita.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Coba lihat emak-emak di kampung. Pasar belum buka, ayam belum sempat kawin, mereka udah duduk melingkar di teras rumah sambil nyatet: siapa nabung, siapa nyicil, siapa nunggak. Di situ nggak ada CEO, nggak ada komisaris yang gajinya setara harga stadion. Tapi ada kepercayaan, ada tanggung jawab, ada demokrasi yang lebih sehat dari sidang paripurna.

Koperasi itu bukan cuma tempat ngutang, Rek. Itu tempat belajar jadi warga negara.

Coba sampeyan pikir: di koperasi, satu orang satu suara. Bukan satu orang satu modal, kayak di dunia startup yang kalau nggak bakar duit investor ya bakar semangat karyawan. Di koperasi, yang dihitung bukan follower, tapi kontribusi. Bukan like di medsos, tapi simpanan pokok dan keaktifan rapat.

Ealah, tapi kok ya aneh. Koperasi ini kerja tiap hari, bantu rakyat kecil, tapi nggak pernah masuk headline. Nggak pernah ditweet buzzer, nggak pernah dijadiin bahan kampanye. Lah wong nggak seksi, katanya. Kuno. Tradisional. Lemot. Lha padahal, justru karena dia lemot, dia mikir sebelum bertindak. Coba lihat korporasi gede: baru dapat izin, langsung tebang hutan, bangun mal, gusur kampung. Demokrasi versi bulldozer.

Sementara koperasi? Ya pelan-pelan tapi nancep. Ibarat cinta sejati, nggak ribut di medsos, tapi selalu ada saat butuh. Waktu anak butuh biaya sekolah, koperasi hadir. Waktu suami sakit, koperasi bantu. Waktu istri minta jalan-jalan, koperasi… ya itu dulu disepakati dalam rapat ya, Mas.

Dan jangan kira ini cuma berlaku di kampung. Di Jepang, koperasi pangan itu ngalahin supermarket. Di Skandinavia, koperasi perumahan itu bikin rakyat nggak perlu KPR setengah nyawa. Di India, koperasi perempuan bisa ngasih pelajaran ke menteri ekonomi. Di Indonesia? Ya… koperasi kadang dijadikan kendaraan politik musiman. Dipakai saat kampanye, ditinggal pas menang. Macam mantan yang cuma datang kalau butuh.

Maka, wahai kaum muda yang katanya melek digital, yang sukanya “collaboration”, “community”, dan “gotong royong versi startup”: sadarlah bahwa koperasi itu the real social enterprise. Ini bukan soal pakai hoodie atau kerja dari coworking space. Ini soal nilai. Soal manusia saling bantu, bukan saling injak.

Kalau demokrasi kita terasa rapuh, jangan-jangan karena kita terlalu sibuk nunggu perubahan dari atas, sambil lupa membangun kepercayaan dari bawah. Demokrasi nggak lahir dari pidato di podium, tapi dari keputusan kecil di rapat koperasi yang isinya nasi bungkus dan senyum tulus. Nggak ada live streaming, nggak ada angle dramatis. Tapi nyata.

Jadi, kalau ada yang bilang demokrasi kita mati… mungkin dia cuma nggak dengar suara dari dapur.

Karena di dapur-dapur rakyat itu, keputusan dibuat. Uang diatur. Solidaritas dibangun. Dan koperasi adalah dapur itu sendiri. Tempat kita memasak masa depan, bareng-bareng, tanpa chef selebriti, tapi dengan resep gotong royong yang tak lekang oleh waktu.

Jadi, yuk. Sebelum ngomel soal negara, mari ngopi dulu di koperasi.

Gareng Petruk, penulis naskah yang juga ketua koperasi “Suka Ngutang tapi Bayar” cabang Meikarta.

Meikarta, 13 Juni 2025 – Masih berusaha cicil simpanan wajib sambil ngirit kuota.

Post Views: 547

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Rubrik: Berita Terselubung – Bergaya Gareng Petruk “ZAKIR NAIK BATAL DATANG: DAKWAH KECEBUR UTANG, STADION JADI FATAMORGANA!”

Rubrik: Berita Terselubung – Bergaya Gareng Petruk “ZAKIR NAIK BATAL DATANG: DAKWAH KECEBUR UTANG, STADION JADI FATAMORGANA!”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa Kids Biennale Indonesia merupakan wadah penting untuk mengekspresikan seni dan kreativitas di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Foto: sumber ANTARA

KIDS BIENNALE 2025: TEMPAT ANAK NGGAK CUMA DILARANG CORAT-CORET, TAPI DISURUH NGEBLAT DI KANVAS!

Juli 6, 2025
[OPINI PUBLIK – GARENG PETRUK STYLE] “PDAM, DPRD, dan Gala-Gala di Pipa Bocor: Jangan Biarkan Air Mengalir Tanpa Pengawasan!”

[OPINI PUBLIK – GARENG PETRUK STYLE] “PDAM, DPRD, dan Gala-Gala di Pipa Bocor: Jangan Biarkan Air Mengalir Tanpa Pengawasan!”

Mei 31, 2025

NASA Astronauts Install High-Definition Cameras During Spacewalk

Juli 15, 2025
Teknologi Canggih, Simulasi Cerdas, Tapi Warung Tetap Pakai Bon: Catatan Gareng Petruk dari Hari Kedua Indo Defence 2025

Teknologi Canggih, Simulasi Cerdas, Tapi Warung Tetap Pakai Bon: Catatan Gareng Petruk dari Hari Kedua Indo Defence 2025

Juni 13, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In